Home Plesir Petualangan Seru: Ke Pangandaran Lewat Jalur Selatan

Petualangan Seru: Ke Pangandaran Lewat Jalur Selatan

1136

Bagi wisatawan yang sering bepergian dari Bandung ke Pantai Pangandaran, mengambil jalur melalui Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar mungkin sudah biasa. Jalannya memang mulus dan bagus. Akan tetapi kadang terjadi kemacetan hingga berjam-jam, terutama pada libur hari raya dan weekend. Apalagi pada tanjakan yang dipenuhi oleh truk bermuatan dan bus luar kota.

Sedangkan yang menyukai petualangan baru, bisa mencoba jalur alternatif ke Pangandaran melalui jalur selatan Tasikmalaya, yaitu Singaparna – Salopa – Cikatomas – Batu Karas – Pantai Pangandaran yang lebih kaya akan atraksi budaya dan potensi destinasi wisata.

Kota Garut

Kita dapat memulai perjalanan dari Bandung ke Pangandaran dengan singgah di Garut terlebih dahulu. Di kota ini kita dapat beristirahat sambil menikmati sajian nasi liwet Asep Stroberi atau bersantai di rumah makan khas Sunda, Cibiuk. Kita juga dapat merasakan segarnya berendam di kolam air panas Cipanas Garut serta membeli souvenir berupa jaket dan kerajinan dari kulit atau oleh-oleh dodol dan chocodot untuk bekal perjalanan.

Istirahat di Masjid Hidayatul Muna

Setelah puas bermain di Garut, kita dapat melanjutkan petualangan menuju Singaparna melalui jalan Garut – Tasikmalaya. Jalannya berliku-liku naik turun  di antara bukit dan jurang. Kita dapat beristirahat sejenak di Masjid Hidayatul Muna sambil menikmati kopi panas gratis. Di sini air wudhunya dingin menyegarkan.

Kampung Naga

Setelah melalui jalan berkelok dengan view menakjubkan, dalam beberapa menit kita akan tiba di Kampung Naga, yaitu sebuah perkampungan adat Sunda yang masih menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur. Untuk mencapai Kampung Naga, kita harus menuruni ratusan anak tangga dan melalui jalan setapak pinggir hutan dan sungai Ciwulan yang airnya berasal dari Gunung Cikuray. Di Kampung Naga terdapat rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu beratap daun nipah serta kesenian tradisionalnya yang merupakan warisan nenek moyang, yaitu terbangan, angklung, beluk dan rengkong.

Situ Sanghyang

Dari Kampung Naga, kita menuju ke Singaparna, sebuah wilayah di sebelah selatan kota Tasikmalaya. Sebelum sampai pusat kota, kita bisa singgah ke destinasi wisata Situ Sanghyang berupa danau (situ) yang cukup luas dengan melalui jalan Sukaraja-Mangunreja. Jalannya cukup mulus hingga beberapa kilometer, namun ketika akan sampai ke Situ jalan berubah menjadi arena offroad. Jika Anda mengendarai mobil sedan, Anda harus berjalan pelan-pelan untuk melaluinya.

Jalan rusak di Cibalanarik

Gapura menuju Situ Sanghyang terlihat sederhana, jalan aksesnya juga sempit hanya cukup untuk satu mobil. Destinasi wisata ini memang masih belum digarap secara maksimal oleh pemerintah walaupun memiliki potensi yang amat besar seperti Situ Patenggang di Ciwidey yang dilengkapi dengan restoran perahu dan fasilitas glamping. Namun bila Anda menyukai kondisi alam sebuah situ yang cenderung masih asri, tempat ini cocok untuk Anda.

Situ Sanghyang

Curug Dengdeng

Puas menyambangi Situ Sanghyang, kita akan menelusuri jalan ke selatan melewati jalan Cibalanarik – jalan Karangnunggal – jalan Salopa sampai ke sebuah kota bernama Cikatomas. Jalur ini masih sepi dilalui kendaraan dan banyak dikelilingi hutan belantara (leuweung). Kondisi jalan juga kadang mulus kadang rusak. Jadi amat disarankan untuk melaluinya pada saat hari masih terang.

Setelah beristirahat di Cikatomas, kita mengambil arah ke kiri di SPBU 34-46122 dan kita akan melalui destinasi wisata alam berupa air terjun alami, yaitu Curug Dengdeng. Bentuk curug ini unik dan dangkal. Pemandangannya juga menakjubkan.

Setelah itu kita juga akan melewati jembatan Cimedang yang kadang dimanfaatkan untuk bungee jumping karena tingginya jembatan tersebut.

View dari Jembatan Cimedang

Cukang Taneuh – Pantai Batu Karas

Dari jembatan Cimedang, kita meneruskan perjalanan melewati Green Canyon Cukang Taneuh dan Pantai Batu Karas melalui jalan Sindangsari. Di jalur ini Anda harus ekstra hati-hati karena ada satu poros jalan yang kondisinya rusak berat, becek, berlubang, dan penuh bebatuan. Setelah melewati poros ini, jalanan cukup mulus dan sudah dibeton hingga Masjid Agung Cimerak.

Jalan rusak berat

Dari masjid ini jaraknya sudah amat dekat dengan pantai Pangandaran. Jalanan beraspal dan berkelok, ramai oleh kendaraan roda dua dan empat. Tak berapa lama kemudian kita akan sampai di Cukang Taneuh dan Pantai Batu Karas.

Destinasi alam Cukang Taneuh mirip dengan Grand Canyon di Amerika, sehingga dinamakan Green Canyon. Tempat ini begitu populer sehingga ramai oleh wisatawan yang mengunjunginya. Tidak jauh dari situ terdapat pantai Batu Karas yang juga terkenal akan keindahannya. Kita bisa menginap di hotel yang ada di area ini.

Pantai Pangandaran

Setelah singgah di Batu Karas, kita dapat menuju ke Pantai Pangandaran melalui jalan Cijulang. Sepanjang perjalanan kita juga akan melalui destinasi wisata lainnya, seperti Pantai Bojong Salawe, Pantai Batu Hiu, Citumang, dan Pantai Karang Tirta.

Restoran juga banyak bertebaran di tepian jalan tersebut. Namun ada satu rumah makan yang cukup menarik, yaitu Bakmi Jawa Bu Sastro. Rumah makan bernuansa Jawa Tengah ini menyediakan menu Nasi Magelangan, Nasi Godog/Mie Godog, Teh Poci, Wedang Uwuh, dan lain-lain.

Nasi Magelangan

Akhirnya, sampailah kita di Pantai Pangandaran yang amat legendaris itu setelah menempuh jalur Tasik – Ciamis selatan. Jalurnya memang masih sepi dan tidak begitu mulus, namun pengalaman yang diperoleh benar-benar asyik dan menegangkan.

Selamat berwisata!

Berfoto setelah menempuh perjalanan jauh
Cari Tiket Murah: