Home Destinasi Menyambangi Jalur Selatan Bandung yang Mempesona

Menyambangi Jalur Selatan Bandung yang Mempesona

281

Rencana telah dibuat, niat pun sudah mantap. Pagi hari itu, berangkatlah kami yang kesehariannya berkutat dengan dunia teknologi informasi ke alam dunia lain, Bandung Selatan. Tak ada meja komputer maupun laptop, akan hanya ada jalanan aspal menyusuri alam pebukitan kebun teh, sawah yang menguning, deretan air terjun dan di tepian pantai. Cuaca yang cerah seakan merestui perjalanan kami yang baru kali pertama mengadakan touring bersama ini.

Tepat pukul 7.00 kami memulai perjalanan. Jalur yang akan ditempuh pada kesempatan kali ini adalah Kopo sebagai start point – Soreang – Ciwidey – Rancabali dan Situ Patenggang. Lalu naik turun menelusuri kebun the Naringgul yang masih asli alamnya – Cidaun – Rancabuaya – Santolo dan Pantai Sayang Heulang sebagai titik akhir.

Beruntung lalu lintas tidak begitu padat saat menuju pemberhentian pertama, yaitu tukang bubur di pinggir jalan di Ciwidey. Di sini kami menikmati sarapan pagi berupa semangkok bubur sebagai sumber tenaga untuk mendaki jalanan yang menaik di hadapan.

Daerah Ciwidey dikenal dengan hawanya yang sejuk dan dingin di pagi hari. Penduduknya beberapa ada yang menanam strawbery di kebun. Wisatawan pun dapat turut serta memetik buahnya saat berwarna kemerahan. Selain itu, terdapat destinasi wisata Kawah Putih, pemandian air panas Cimanggu serta Situ Patenggang yang dikelilingi oleh area perkebunan teh.

Lepas dari Situ Patenggang, kami menuju jalan lurus ke arah pebukitan yang dipenuhi dengan perkebunan teh. Naik turunnya jalur ini benar-benar menantang untuk terus melaju namun penuh kehati-hatian dan mengundang fotografer untuk mengeluarkan kamera guna merekam keindahan yang tersaji di depan mata.

Tak sampai hanya di situ. Setelah melewati permukiman penduduk, alam Cianjur Selatan menyuguhkan pemandangan yang lebih fantastis lagi. Kami lalu melalui jalan kecil yang membelah bukit dengan air terjun yang tak terkira banyaknya. Berderet seperti baru saja tercipta. Aliran air seakan tumpah mengalir ke sungai berbatu yang berada di dasar lembah.
Di area ini banyak terdapat bengkel motor yang dapat melakukan perbaikan ringan apabila motor mengalami kerusakan.

Air Terjun Ciceret

Tak jauh dari sana, terdapat aliran derasnya sebuah air terjun di tepi jalan. Beberapa biker berhenti sejenak untuk mengabadikan diri berlatar air terjun yang diberi nama Curug Ciceret Naringgul ini. Letaknya yang dipinggir jalan dan indahnya pemandangan sekitar mengingatkan akan sebuah destinasi wisata yang sama di Sumatera Barat. Namun, keindahan alam jawa Barat tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain, karena masing-masing memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Hanya sayangnya pemerintah daerah belum bisa memasarkannya.

Menyusuri Jalanan Tepi Pantai Selatan

Setelah mengarungi pesawahan, sungai, lembah dan hutan, sampailah kami di Cidaun, Cianjur Selatan. Mulai dari Cidaun ini, jalanan yang ditempuh berada di tepian pantai selatan Jawa Barat. Sesekali terlihat di kejauhan deburan ombak putih yang menyentuh pinggiran pantai. Untungnya jalanan aspal yang dilalui amat mulus walau sesekali terdapat ruas yang berlubang dan hanya berlapis tanah bebatuan.

Ladang Sawah

Dari sini ke arah timur, bertebaran spot-spot fotografi alam yang menarik, baik pematang sawah berlatar laut lepas dan nyiur maupun sungai-sungai berbatu dan berair jernih yang muaranya menuju ke laut selatan.

Tak berapa lama, kami sampai di Pantai Sayang Heulang, Garut. Cuaca tak begitu panas terik ketika sampai di pantai berkarang ini. Pecahan ombak nampak di kejauhan, karena terkena karang yang berada di sepanjang tepian pantai. Beberapa wisatawan terlihat sedang berjalan di atas karang dan menyambut datangnya ombak. Lainnya sedang bersantai berendam di genangan air yang terperangkap dicekungan.

Pantai Sayang Heulang

Terbayar sudah kelelahan kami menempuh perjalanan dari Bandung sejauh 150 km lebih yang menguras konsentrasi ini. Sambil beristirahat, kami melepas kerinduan memandang laut lepas dan menikmati sejuknya angin pantai yang mengalir perlahan.

Pulang ke Bandung

Berat rasanya hati ini meninggalkan suasana pantai ini di pagi hari. Namun, liburan berkesan kali ini harus diakhiri mengingat waktu yang terbatas. Kami pun bersiap-siap untuk berangkat kembali ke Bandung. Tak lupa meninggalkan kenangan dengan berfoto bersama berlatar pantai yang mulai pasang.

Jalur pulang kali ini berbeda dengan jalur kedatangan. Kami mengambil jalur Rancabuaya – Cisewu – Pengalengan dengan jarak yang kurang lebih sama dengan jalur semula. Karakter jalur ini ternyata lebih rapat, banyak tanjakan dan turunan curam serta kediaman penduduk di sisi kiri-kanan jalan.

Perkebunan Teh Pangalengan

Pemandangan alam di jalur ini juga sama sekali berbeda, bahkan lebih fantastis. Bukit, lembah, jurang, hutan, sawah, perkebunan teh, sungai dan danau seakan menyatu membentuk sebuah lukisan yang indah.

Cari Tiket Murah: