Home Destinasi Mudik Lebaran 2019: Dari Bandung sampai Pantai Sindangkerta

Mudik Lebaran 2019: Dari Bandung sampai Pantai Sindangkerta

87

Libur lebaran tahun 2019 kami isi dengan mudik ke Singaparna Tasikmalaya, Jawa Barat. Berangkat sebelum subuh dari Bandung untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di Nagreg. Ternyata dugaan kami salah. Saat subuh berkumandang, kami pun terjebak di tanjakan menuju Garut.

Lama tak bergerak, akhirnya kami pun memutuskan untuk memutar arah untuk melewati jalur Cijapati yang katanya amat curam. Setelah beristirahat shalat subuh di rest area Nagreg, kami pun melanjutkan perjalanan.

Jalur Cijapati nyatanya tak seseram yang dibayangkan. Tanjakan dan turunan serta kelokan tajam alhamdulillaah berhasil kami lalui dengan lancar dengan Proton Exora. Sebelum sampai keluar jalur Cijapati, kami berbelok ke jalan ‘tikus’ untuk menghindari kepadatan lalulintas di Leles, Garut, hingga akhirnya sampai di jalan besar yang lowong menuju alun-alun Garut.

Kami mampir sebentar untuk membeli oleh-oleh setelah menyantap sarapan bubur di pinggir jalan. Tak lama kemudian kami pun sudah berada di jalur selatan Garut – Tasikmalaya, melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan tebing dan pesawahan yang hijau. Kadang tampak pula sungai yang mengalir di tengah pesawahan dengan airnya yang jernih.

Sekira pukul 11 siang, kami pun tiba di Singaparna mengunjungi sanak saudara. Setelah bersilaturahmi sebentar, lalu kami pun melanjutkan perjalanan menuju Situ Sanghyang. Danau yang cukup luas ini terletak di Cibalanarik, dengan jalan akses yang agak tersembunyi. Di sini kami berwisata sambil beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh. Malamnya kami menginap di rumah nenek buyut, ibu dari ibu mertua.

Keesokan harinya, kami pun berangkat lagi untuk mengisi liburan kami. Kali ini tujuannya adalah sebuah kawasan wisata pantai di selatan Tasikmalaya. Jaraknya memang jauh, yaitu sekitar 4 jam perjalanan melalui jalan yang juga berkelok-kelok. Namun, mumpung ada waktu hal ini tidak menjadi masalah.

Akhirnya kami sampai di dekat Pantai Cipatujah yang pernah kami sambangi dulu di tahun 2011. Namun karena di Cipatujah tidak bisa berenang di pantai karena ombaknya yang besar, kami putuskan untuk menuju Pantai Sindangkerta yang yang begitu jauh dari situ.

Pantai Sindangkerta tepiannya bisa direnangi oleh anak-anak dengan menggunakan perahu karet maupun ban udara. Walau ramai dan padat oleh pengunjung lainnya, kami tetap bisa menikmati liburan di pantai kali ini.

Cari Tiket Murah: