Home Plesir Mendadak Ke Singapura

Mendadak Ke Singapura

3
0
SHARE
ATM Tiket Kereta

Datang ke Singapura tanpa direncana dan tiba-tiba sungguh mengasyikkan. Antara panik, terburu-buru mengejar waktu, dan bingung tak tahu arah. Kadang tak sungkan bertanya, kadang ditegur sang supir bus karena belum membayar karcis. Namun, sejatinya Singapura adalah memang kota yang sudah diatur dan teratur sedemikian rupa.

Setelah mendarat di Changi Airport, pelancong dadakan seperti saya ini langsung disuguhi berbagai macam brosur dan leaflet mengenai Singapura. Tak perlu bingung, ambil saja semua. Gratis kok. Isinya berbagai macam hal seperti peta perjalanan, tempat wisata, jalur MRT, shopping, transit, dan lain-lain. Selain itu, ada beberapa kiosk komputer yang terhubung dengan internet. Ini juga gratis.

ATM, money changer tersedia di Changi Airport ini. Segera tukar saja uang rupiah yang ada ke dalam dollar Singapura. Satu dollar Singapura ini nilainya sekitar Rp7.000. Bukan apa-apa, hal ini karena uang Rupiah tidak dapat digunakan di sini. Segala transaksi membeli tiket, membayar bus, membeli makanan/minuman menggunakan mata uang Singapura (Ya, iyalah ).

Setelah itu, turun ke lantai bawah untuk pengecekan passport. Saya yang memiliki passport dengan masa berlaku kurang dari enam bulan cukup deg-degan. Petugas imigrasi di Cengkareng sudah wanti-wanti kalau passport saya bisa saja ditolak dan saya tidak bisa masuk ke Singapura lalu dipulangkan kembali. Ditambah dengan membayar denda, lagi. Tetapi itu semua tidak terjadi. Syukurlah 🙂

Kebingungan selanjutnya bagaimana naik MRT atau setidaknya bus. Katanya naik taksi di Singapura ini cukup mahal. Saya berjalan menuju lantai bawah lagi, karena memang petunjuk arahnya begitu. Ya, petunjuk arah ada dimana-mana di Singapura ini (tetapi tetap saja yang namanya orang Indonesia membudayakan selalu bertanya ke orang lain walaupun masih asing).

(Artikel ini juga telah diterbitkan di BDGEuy.com).