Home Staycation Bernostalgia di Holiday Inn Hotel Bandung

Bernostalgia di Holiday Inn Hotel Bandung

7
0
SHARE

Holiday Inn letaknya sangat strategis untuk kegiatan bisnis maupun liburan bersama keluarga karena berada tepat di jalan Dago yang bersejarah dan merupakan urat nadi Kota Bandung. Berjalan sedikit melalui jalan setapak yang rindang ke utara, terdapat deretan factory outlet, butik gadget, pusat jajanan dan kuliner. Sedangkan ke selatan, ramai dengan pusat perbelanjaan dan hiburan. Tamu hotel bisa memilih naik kendaraan umum atau pribadi bahkan hanya berjalan kaki untuk bernostalgia dan menikmati sejuknya udara Kota Bandung.

Di tahun 2000-an ketika saya masih menempuh studi di ITB, saya seringkali bermalammingguan di sekitar Holiday Inn ini hanya untuk sekadar menikmati sajian live music-nya. Malam minggu di jalan Dago begitu hidup dengan adanya hiburan yang bisa dinikmati oleh orang-orang yang berlalu-lalang. Sempat terpikir barangkali suatu saat nanti saya akan menginap di hotel yang mempunyai jaringan luas ini.

Tiba di Holiday Inn, saya tidak begitu sulit menemukan tempat parkir mobil karena ada di area belakang hotel dan di basement. Sesampainya di receptionist, saya disambut dengan senyum ramah dan langsung menanyakan kamar yang sudah dipesankan untuk saya. Setelah confirmed dan menyerahkan data pribadi, saya diminta menunggu di sofa lobby karena kamar sedang dipersiapkan.

Lobby Holiday Inn memiliki desain yang minimalis modern dengan garis-garis tegas, bidang lengkung dan permainan cahaya lampu. Dindingnya sebagian dilapisi oleh material kayu dengan warna muda dan sebagian oleh material kaca. Lantai lobby sebagian dilapisi oleh karpet bermotif zebra pada area receptionist desk, sesuai dengan tema desain interiornya. Langit-langitnya yang cukup tinggi, memberi kesempatan untuk cahaya alami masuk menerangi lobby. Alunan musik yang sayup-sayup terdengar, membuat saya betah berlama-lama duduk di sini sambil memperhatikan satu-dua keluarga kecil yang juga menginap di hotel ini berlalu-lalang.

Tidak berapa lama kemudian, seorang staf hotel menghampiri saya dan memberikan kunci kamar yang saya tunggu-tunggu. Saya menempati kamar “Superior Twin” di lantai 2 yang menghadap langsung ke jalan Dago persis dengan yang saya inginkan. Sebuah kamar yang luas dengan dua tempat tidur, meja kerja, banquet, kamar mandi exclusive, brankas pribadi dan televisi 32 inch. Ragam cemilan tersedia di mini bar yang tersembunyi di bawah meja. Demikian pula perlengkapan untuk keperluan bisnis. Saya sangat terkejut sekaligus senang karena Holiday Inn menyediakan juga perlengkapan untuk beribadah, sesuatu yang sangat jarang saya temui di beberapa hotel yang pernah saya kunjungi. Saat saya memandang keluar jendela, nampak teras kamar yang hijau ditanami tanaman dengan penataan sedemikian rupa sehingga cukup indah dipandang.

Sebelum masuk ke kamar ini, saya disambut oleh wewangian aroma therapy yang menenangkan hati dan pikiran berasal dari sebuah wadah berbentuk eksotik. Begitu membuka pintu, saya pun disambut oleh profesionalitas penataan kamar hotel yang berkelas. Kamar mandi berlantai marmer dan bersih juga telah menunggu. Sajian buah segar yang tersedia di meja banquet seakan mengucapkan selamat datang di kamar ini.

Beristirahat sebentar sambil melihat beberapa saluran berita dan hiburan di televisi, saya berbaring menikmati nyamannya tempat tidur kamar hotel. Saya bahkan bisa memilih jenis bantal yang saya inginkan, apakah soft atau firm. Keduanya memiliki kadar keempukan yang berbeda. Sambil melepas penat, saya mengeluarkan laptop dan mengisi ulang baterai perangkat mobile melalui stop kontak yang tersedia.

Menginap di kamar hotel ini begitu memudahkan bagi saya dalam menyelesaikan tugas pekerjaan. Hal ini mungkin dirasakan oleh tamu-tamu bisnis lainnya yang pernah menginap di sini. Koneksi internet nirkabel yang sangat cepat tersedia melalui perangkat access point tersendiri seolah milik pribadi. Saya tinggal memasukkan nomor kamar dan nama awal/akhir yang tercatat di receptionist untuk menyambung ke jaringan internet yang super kencang ini.

Welcoming drink ternyata telah menunggu di Braga Bar & Lounge yang terletak di sebelah lobby hotel. Braga merupakan nama sebuah jalan di kawasan kota tua Kota Bandung yang terkenal akan sejarahnya di dunia fashion dan life style masa lalu. Pertokoan bernuansa art deco di jalan Braga ini turut andil mengangkat Kota Bandung sebagai Paris-nya Pulau Jawa. Para pebisnis Eropa di jaman itu pun berbondong-bondong datang untuk melihat keelokannya. Nuansa inilah yang tergambar di dalam Braga Bar & Lounge melalui tataan interiornya yang menawan. Belum lagi sajian makanan dan minuman serta live music-nya ketika malam menjelang.

Kolam renang Holiday Inn berdampingan dengan fitness centre di lantai bawah tak jauh dari lobby. Bentuknya yang melingkar dan bernuansa bebatuan alami serta dikelilingi hijaunya tanaman membuat saya tak sabar untuk menyegarkan tubuh ini. Kursi-kursi kayu panjang beralaskan busa dan gazebo mini terdapat di sekeliling kolam untuk sekadar bersantai menikmati hari yang indah bersama keluarga.

Fitness centre ini juga membuka kesempatan bagi para tamu hotel untuk menjadi member-nya dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Fitness centre yang memiliki fasilitas cukup lengkap ini juga ditata secara apik. Mulai dari handuk, locker, peralatan, sampai ruang ganti.

Saat tiba waktunya makan malam, saya pun menuju ke restoran Kebun Bambu. Interiornya penuh dengan nuansa warna krem kecoklatan sehingga membuat suasana restoran serasa hangat layaknya ruang makan keluarga. Menunya pun beraneka ragam pilihan, mulai dari menu khas Bandung, masakan dengan citarasa nusantara, Eropa hingga Continental.

Saya pun tertarik dengan menu Udang Goreng Saus Singapura ditemani dengan jus strawberry yang mengundang selera. Menu ini terdiri dari semangkuk nasi dan tiga ekor udang cukup besar yang digoreng matang lalu dilumuri dengan bumbu khas. Rasanya sangat nikmat. Namun, lebih nikmat lagi rasanya jika cangkang udangnya telah disisihkan sebelumnya. Jus strawberry yang segar melengkapi makan malam saya di Kebun Bambu ini.

Malam saya lalui dengan menyelesaikan tugas kantor di kamar hotel. Suasana kamar yang tenang membuat saya rileks hingga akhirnya terbangun ketika kehangatan sinar matahari menyeruak dari sela-sela jendela kamar yang menghadap ke timur ini. Saya pun tak ingin melewatkan pemandangan pagi ini yang dihiasi oleh bulatan matahari terbit berwarna oranye kemerah-merahan.